Baru-baru ini beberapa media massa Indonesia memberitakan hasil pemeringkatan universitas yang dikeluarkan oleh THE WUR (Time Higher Education World University Rangking) tanggal 30 September 2026. Diberitakan bahwa Universitas Mataram (UNRAM) berada di urutan no 16 dari 32 PTN di Indonesia. Banyak kemudian yang bertanya-tanya, apa itu THE WUR dan kredibelkah lembaga tesebut?
Termasuk ada salah satu mahasiswa yang penasaran dan menanyakan tentang THE WUR tersebut ketika sedang mengikuti perkuliahan.
“Prof. apakah THE WUR itu?”
“THE WUR adalah sebuah lembaga internasional berkedudukan di London Inggris yang setiap tahun melakukan pemeringkatan universitas di seluruh dunia yang dinilai berdasarkan 17 kriteria. Jadi lumayan banyak kriteria yang digunakan untuk menilai eksistensi sebuah universitas.“
”Jadi apakah lembaga tersebut kredibel Prof.?”
“Tentu sangat kredibel lah. Lembaga ini telah berdiri sejak tahun 1971, artinya sekarang usainya sudah 57 tahun. Dan saat ini ada sebanyak 2.297 Universitas dari 118 negara, masuk dalam penilaian pemeringkatan mereka.“
“Dalam banyak berita yang beredar tentang pemeringkatan THE WUR disebutkan, bahwa UI masuk peringkat pertama dan UNRAM masuk peringkat 16 PTN di Indonesia. Betulkah begitu Prof. ?“
”Betul, tetapi perlu ada yang saya luruskan dulu ya. Begini, THE WUR itu memberikan pemeringkatan untuk semua universitas di seluruh dunia, tadi saya bilang ada 2.297 Universitas. Jadi tidak spesifik menilai universitas yang ada di Indonesia.“
“Terus bagaimana muncul UNRAM peringkat 16 Prof.?“
“Berdasarkan data THE WUR itulah kemudian disortir untuk melihat kelompok pemeringkatan khusus universitas di Indonesia. Media massa Indonesia kemudian membuat pemeringkatan urutan skala nasional dan menyandingkatan dengan kelompok peringkat berdasarkan WUR. Misalnya 1. Universitas Indonesia (UI): 651-700. Artinya UI berada di urutan 1 skala nasional, tetapi di urutan 651-700 untuk peringkat dunia (THE WUR).”
“Ada berapa universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan THE WUR Prof.?”
“Saat ini ada 42 Perguruan Tinggi, terdiri dari 32 Perguruan Tinggi Negeri dan 10 Perguruan Tinggi Swasta.” Dan jumlah itu bisa berubah tentunya. Akan bertambah jika sebuah Perguruan Tinggi dianggap layak masuk penilaian THE WUR. Dalam pemeringkatan tersebut, saat ini kita masuk satu klaster dengan 5 universitas lain di Indonesia: Universitas Negeri Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Telkom University, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Syiah Kuala.”
“Berarti kita harus bangga dan bersyukur ya Prof., karena saat ini UNRAM telah masuk dalam peringkat 16 PTN di Indonesia.”
“Begitulah, ini sebuah prestasi yang luar biasa. Keberhasilan Ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen kepemimpinan Unram yang didukung oleh civitas akademika Unram. Kita harus apresiasi rektor ke-10 yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Unram Unggul dan Berdaya Saing Global (era Prof. Bambang Hari Kusumo), dan secara konsisten dilanjutkan oleh Rektor sekarang (Prof.Sukardi) untuk mewujudkan Unram dalam konstelasi World Class University Ranking dan Global impact.“
“Tapi masih ada beberapa pihak yang meragukan hasil pemeringkatan THE WUR tersebut, dan bahkan ada yang mengatakan itu hasil survei abal-abal, bagaimana Prof.?“
“Kalau masih ada yang berpandangan seperti itu, dugaan saya karena dua hal, pertama karena mereka memang tidak mengerti bahwa THE WUR adalah lembaga level internasional yang benar-benar kredibel, dalam penilaiannya tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik maupun bisnis. Kedua, karena mereka terjebak dalam stereotipe berpikir klasik, bahwa yang besar akan tetap besar dan yang mereka anggap kecil tidak akan bisa tumbuh lebih besar dari yang sudah besar.“
“Maksudnya bagaimana Prof.?“
“Orang bisa saja berpikir bahwa universitas-universitas besar di Indonesia akan selalu unggul dalam banyak hal. Punya nama besar, punya sejarah panjang, punya fasilitas lengkap dan sebagainya. Keunggulan tersebut dinilai akan terus bertahan pada posisinya dan bahkan akan terus semakin kuat. Posisi ini dianggap tidak akan mungkin bisa dilampaui oleh universitas-universitas kecil. Contoh kongkritnya kita merujuk hasil THE WUR 2027, mungkin ada yang berpikir, masak sih UNRAM posisinya bisa berada di atas Universitas Hasanudin (UNHAS), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Sumatera Utara (USU)? Sepertinya kok sulit diterima akal begitu ya. Itulah yang saya sebut sebagai terjebak dalam stereotipe berpikir klasik.”
“Bisakah UNRAM terus bertahan pada posisi sekarang Prof.?
“Bisa, bahkan saya yakin bisa lebih baik lagi, tergantung bagaimana kita berupaya semaksimal mungkin mengerahkan sumber daya yang ada untuk memenuhi 17 Indikator yang telah ditetapkan oleh THE WUR. Bukan hanya naik peringkat di THE WUR tetapi juga lembaga internasional lain seperti QS WUR, atau The Impact Rankings. Saya lihat pak rektor sekarang selalu menyinggung Unram dalam pencapaian WUR tersebut. Itu hal yang baik dan perlu didukung. Dan yang perlu digarisbawahi, THE WUR itu dinamis, setiap tahun bisa berubah.”
“Terima kasih, saya semakin percaya diri menjadi mahasiswa Unram Prof.”
“Ya UNRAM itu seperti Mutiara dari Timur. Semakin terus bersinar dan bernilai. Sebuah universitas berada di Provinsi yang memiliki keunikan banyak hal: kepulauan kecil, potensi sumber daya alam tinggi, kebudayaan dan nilai religi yang unik, keindahan alam laut, hutan dan landskap yang khas, punya obyek ikonik seperti Sirkuit Mandalika, Geopark Rinjani dan Cagar Biosfer Samota. Dan di internal UNRAM saat ini terus berbenah untuk mengupgrade atmosfer akademik, kualitas riset, publikasi internasional, kerjasama internasional. Itu semua adalah kekayaan kita yang bisa menunjang UNRAM terus berkibar di kancah nasional dan internasional.
—-MK—