KETIKA CINTA SEGITIGA MEMAKAN KORBAN

Di sebuah kampus yang teduh, ada empat mahasiswa dengan kadar keunikan masing-masing. Ada Basrin, si optimis kelewat batas, Hariyanto si lugu nan setia kawan, Hartemi si baperan dan terlalu percaya diri, serta Maryatun, si penggoda cantik dengan hati yang tak bisa ditebak. Ceritanya Basrin dan Hariyanto, keduanya bersahabat dan sama-sama naksir Maryatun. Namun Hari sudah punya pacar yang tidak dia sukai, si Hartemi, karena dia cerewet dan posesif. Hari menganggap Hartemi sebagai penghalang untuk bisa menarik simpati Maryatun. Maka dia minta tolong Basrin membuat surat putus cinta untuk Hartemi. Basrin yang naksir berat Maryatun tentu saja tidak sudi kalau Hari mendekati Maryatun, maka dia mainkan akal bulusnya.

——-

Suatu siang yang cerah, Hariyanto duduk termenung di kantin kampus bersama Basrin.

Hariyanto: “Bas, aku nggak kuat lagi sama Hartemi. Dia itu kalau ngomong nggak ada titik komanya. Kalau aku diam, dia ngomong. Kalau aku jawab, dia ngomong lebih panjang! Aku pengen putus, sama dia, tapi terus terang aku takut. Tolong bantuin aku, Bas!”

Basrin: “Ah, Hari! Cinta itu seperti sandal jepit, kalau sudah kusam memang harus segera dibuang dan segera cari ganti yang lain ! Aku bantu! Aku buatkan surat putus cinta yang paling keren di dunia!”

Hariyanto: “Serius, Bas?”

Basrin: “Tenang! Aku ini pakar per-surat-an!”

Maka, Basrin pun memutar otaknya, dia membuat dua surat: satu surat berisi putus cinta, satunya lagi surat cinta sehidup semati yang berapi-api. Basrin menunjukkan surat putus kepada Hari, dan dengan senang Hari menyetujuinya. “Pasti Hartemi akan menjauh dengannya ketika membaca surat itu.” Gumam Hari.  Tapi tanpa sepengetahuan Hari, Basrin mengirim surat yang penuh mesra membara kepada Hartemi.

——–

Suatu saat, Basrin mencoba mendekati Maryatun dengan penuh percaya diri. Dia tumpahkan perasaannya kepada Maryatun.

Basrin: “Atun, senyummu seperti wifi kampus, kadang hilang tapi selalu dicari! Aku suka sekali memandangmu, biar seharianpun aku sanggup tidak makan minum asal bisa menatap wajahmu yang menawan. Sungguh sehari semalam tidak melihatmu, rasanya seperti 24 jam, lamaaa sekali!” Rayu Basrin ke Maryatun.

Maryatun: tersenyum menggoda “Oh, Basrin… Aku juga merasakan hal sama, suka sama kamu, apalagi kamu sering traktir cilok kesukaanku di kantin. Saya akui kamu memang terlihat mahasiswa paling keren, ketika semua mahasiswa sudah pulang.“

Basrin: “Benarkah?” mukanya sumringah

Maryatun: “Iya, aku bersedia jadi pacarmu, ada syaratnya, syaratnya mudah saja kok, yaitu kamu harus bisa nyanyi lebih bagus dari Jungkook BTS (penyanyi K-Pop).” Maryatun ini memang sangat mengidolakan Jungkook, dan bahkan dia menganggap Jungkook itu sudah pacaran dengannya. “Saya pacaran LDR (Long Distance Relationship) dengannya.“ Begitu selalu yang dikatakan kepada teman-temannya.

Basrin lemas “Apa nggak ada syarat lain ? Bagaimana kalau diganti dengan puisi saja ? aku mahir berpuisi lho.“ Ini contohnya, “Ke kebun cari buah mangga, Dapatnya jambu malah dua.
Katanya aku satu-satunya, Tapi kok kamu malah mendua ?”

Maryatun: “Ah puisi tidak bisa mendatangkan duit, lain kalau lagu. Ya sudah, kalau kamu tidak bisa memenuhi syarat itu, cintaku tetap untuk Jungkook saja. Dia sudah berjanji mau menikahiku.“ Kata Maryatun yakin.

Basrin: “Tega kau Atun, padahal saya sudah habis banyak traktir cilok kamu.” katanya lemas tidak bertenaga.

———-

Hati Hariyanto merasa lebih plong sekarang. Dia merasa Hartemi pasti sudah menerima surat putus. Dia bisa terbebas dari makhluk yang terpaksa dipacari itu. Maka dia berniat menuju tempat Maryatun yang lagi duduk di pojok kampus untuk menyatakan cinta. Karena dia sudah lama naksir berat sama Maryatun. Niat itu tidak pernah kesampaian karena Hartemi selalu mengontrol dia setiap hari. Hari ini dia bertekad untuk mendatangi Maryatun.  Karena dia yakin pasti Hartemi saat ini sedang menangis sesengguhkan, meratapi surat putus darinya. Namun, sungguh apa yang terjadi di luar nalar dia. Sebelum ia sampai di tempat Maryatun, tiba-tiba Hartemi muncul dengan wajah berbinar-binar.

Hartemi mendekati Hariyanto dengan penuh semangat “Oh, Hari! Suratmu itu romantis banget! Aku nggak nyangka kamu cinta banget sama aku. Aku makin yakin, kita harus nikah!” matanya berbinar penuh harapan

Hariyanto: mukanya pucat pasi “Apa? Nikah? Surat? Surat yang mana?”

Hartemi menarik surat dari tasnya dan membacakan dengan penuh perasaan “Hartemi, cintaku padamu ibarat nasi goreng—semakin dicicipi, semakin menggoda rasanya, dan semakin aku bernapsu untuk menelan semuanya! Aku ingin bersamamu selamanya!” Itu salah satu potongan isi suratnya.

Hariyanto: “Ya ampun, Basrin! Sialaan kamu, aku telah tertipu, aku kena jebak!”

———-

Tanpa pikir panjang, Hariyanto langsung mencari Basrin, yang sedang asyik makan gorengan di kantin kampus.

Hariyanto: “Bas! Aku akan balas dendam! Kamu yang bikin surat, kamu harus bertanggung jawab!”

Basrin: nyaris keselek gorengan “Eh? Eh? Jangan gitu, dong! Aku kan hanya berusaha membuat hubungan kalian lebih mesra!”

Hartemi tiba-tiba muncul dengan penuh semangat menyusul Hari. Hari semakin jengkel.“Har, kamu harus tahu, bahwa sebenarnya saya itu sudah lama ingin putus dengan kamu. Saya minta buat surat putus ke Basrin, tapi yang dikirim ke kamu itu malah surat cinta. Surat itu sebenarnya adalah perasaan sesungguhnya Basrin ke Kamu. Kamu tahu, sebenarnya diam-diam, Basrin itu mencintaimu.”

Hartemi: “Oh, Basrin! Jadi kamu yang telah menuliskan surat romantis ini? Itu sebenarnya luapan kata hatimu denganku kan ?” Hartemi menatap dengan mata menyala penuh gairah cinta kepada Basrin.

Basrin: mendadak panik “Aduh maaf Hartemi, aku tidak mungkin naksir kamu, kalian sungguh pasangan yang sangat serasi di dunia ini!” Teriaknya sambil lari menjauh dari kantin kampus.

Hariyanto: berlari mengejar Basrin sambil mengepalkan tinjunya “Bas! Berhenti kau! Hidungmu harus merasakan pukulanku!”

Melihat Hariyanto berlari mengejar Basrin, Hartemi berlari mengejar keduanya sambil berteriak penuh semangat dan gairah “Sayangku Hari dan Basrin, kemari, kita buat cinta kita lebih panas merona!” Mereka bertiga saling berkejaran di kampus. Basrin dan Hari bergidik mendengar suara Hartemi. Dan lari mereka bertambah kencang.

Sementara itu, Maryatun hanya tersenyum geli menyaksikan tingkah tiga mahasiswa tersebut, matanya mengikuti gerak mereka sambil mendengarkan lagu Jungkook dengan headset ditelinganya di sudut kampus. Dia membayangkan suatu saat nanti, Jungkook mengejar dia sambil membawa seikat bunga, dan menyatakan cintanya. Dia sungguh cinta mati sama artis Korea itu, sampai semua lagunya dia sudah hapal. Tetapi sialnya dia tidak bisa bernyanyi, hanya bisa menirukan lirih dengan suara sumbangnya. Dia menyadari Basrin dan Hari jatuh hati padanya, tetapi dia tidak bisa menerima cinta keduanya, selain dia sudah cinta mati sama Jungkook, keduanya dianggap sama-sama pemuda jogang.   

———-

Cinta memang aneh. Kadang kita mengejar yang tak bisa dimiliki, kadang kita mendapatkan yang tak kita inginkan. Tapi satu yang pasti, kalau kalian mau putus sama pasanganmu, jangan pernah minta bantuan Basrin! Karena kalian malah akan menghadapi masalah serius.  

Oleh Markum, 8 Maret 2025