DIA LAYAK MENDAPATKAN GELAR ITU

Namanya Alfian Pujian Hadi, seorang kandidat doktor. Hari ini (Kamis, 30 April 2026) dia akan menjalani prosesi Ujian Akhir Disertasi di Universitas Brawijaya Malang. Ujian Disertasi adalah tahapan akhir bagi seorang kandidat doktor sebelum dinyatakan lulus, setelah melalui beberapa tahapan ujian sebelumnya. Proses yang menguras energi, pikiran, dan tentu saja melelahkan.

Maka tidak heran, di situasi ini hidup terasa penuh tekanan, dan kegelisahan. Tantangan seseorang mahasiswa mendapatkan gelar, adalah tidak cukup hanya pintar, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan mengelola diri sendiri untuk  “keluar dari kemelut“ ketika menghadapi tekanan mental yang sering dia temui.

Saya sebagai salah satu penguji, sengaja datang lebih awal untuk menikmati suasana kampus UB yang sudah cukup lama tidak saya kunjungi. Perkembangan infrastruktur UB memang tampak mengagumkan. Terlihat banyak gedung tinggi dan megah berdiri seperti berlomba menyentuh langit. Taman terlihat indah dan bersih, dan yang saya sangat respect, tidak ada sama sekali pagar pembatas yang memisahkan antar gedung satu dengan lainnya.  

Di ruang ujian tampak telah tertata rapi, terdapat kursi undangan kapasitas sekitar 50 orang, dan di depan kursi undangan tampak formasi dua meja untuk para penguji yang saling berhadapan, masing-masing meja diisi oleh empat kursi. Ketika pandangan kita arahkan ke depan, tampak videotron dengan ukuran hampir memenuhi dinding ruangan, tertulis nama kandidat doktor dan judul disertasinya. Bagi saya suasana ruangan terlihat estetis, tetapi bagi yang akan diuji, saya yakin bisa jadi malah terkesan angker dan intimidatif.

Saat saya sedang mengamati ruangan ujian, seseorang memanggil saya untuk berkumpul di Ruang Transit, istilah yang digunakan untuk ruangan berkumpul para penguji, sebelum ujian dilaksanakan. Saat itu saya lihat jam 09.00 WIB, kami duduk melingkar di meja oval. Ada sebanyak 7 orang penguji, dan semuanya bergelar profesor. Status saya sendiri adalah sebagai penguji luar, yang berasal dari luar institusi Universitas Brawijaya. 

Disitulah kami diskusi untuk menilai bagaimana profil dan karakter kandidat yang akan diuji. Bagaimana latar belakang pendidikannya, pekerjaannya, ketekunan saat melakukan proses bimbingan, kejujuran, intelegensia, dan bobot tulisan disertasinya.  Akhirnya kami sepakat menyatakan bahwa yang bersangkutan layak untuk diuji. Makna kata layak diuji menegaskan dua hal, bisa lulus atau tidak lulus.

Saat proses ujian berlangsung, yang dipimpin oleh Ketua Pascasarjan Fakultas Pertanian UB, saya diberikan kesempatan pertama untuk menguji dengan alokasi waktu 20 menit, sedangkan penguji lainnya termasuk promotor dan co-promotor (pembimbing disertasi), diberikan masing-masing waktu 10 menit. Sebuah kehormatan tentunya. Proses ujian berlangsung selama 3 jam. Penilaian saya selama proses ujian, Alfian dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan para penguji.

Setelah sessi ujian selesai, kembali kami para penguji bertemu di Ruang Transit untuk memutuskan kandidat lulus atau tidak lulus. Masing-masing penguji diminta menyerahkan berkas penilaiannya kepada pimpinan sidang. Dan tidak butuh waktu lama, kami menyatakan bahwa saudara Alfian dinyatakan lulus dengan nilai A.

Saya sendiri sudah mengenal dengan baik Sosok Alfian Pujian Hadi. Saya pembimbing skripsinya saat S1, dan setelah lulus, dia sering terlibat kegiatan penelitian dan  pemberdayaan masyarakat. Jika dihitung-hitung kurang lebih sudah 20 tahun dia terlibat bersama saya.

Maka ketika promotornya bertanya ke saya tentang sosok Alfian,”Bagaimana penilaian Prof. Markum terhadap pak Alfian ?” saya sampaikan apa adanya.”Dia sosok pekerja keras, bertanggungjawab terhadap setiap pekerjaan yang diberikan, cara berkomunikasi bagus, tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya, dapat bekerjasama tim dengan baik, dan dia tidak pernah bertanya soal duit atau intensif setiap apa yang dikerjakannya.“  

Selamat mas Alfian Pujian Hadi, atas gelar Doktor yang anda sudah raih. Gelar tersebut memang layak anda dapatkan, setelah melalui proses yang tidak mudah dan melelahkan. Dan anda telah dapat melaluinya dengan baik.

—MK—