Minggu, 27 April 2025, Paguyuban Jawa Madura (PJM) Provinsi NTB menyelenggarakan acara Halal Bihalal, di Ballroom Bank NTB. Acara ini dihadiri oleh berbagai organisasi masyarakat di NTB, pejabat pemerintahan, dan tokoh masyarakat. Gubernur NTB, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan pandangannya yang menarik tentang eksistensi warga NTB. Siapa sesungguhnya warga NTB?
Gubernur: Konsep Warga NTB
Konteks warga NTB harus dimaknai sebagai sebuah konsep, bukan berdasarkan batasan fisik. Batasan fisik cenderung akan mengelompokkan orang berdasarkan batasan geografik (lokal dan pendatang), atau berdasarkan batasan genetik (suku dan kekerabatan). Menurut Gubernur (Bapak Dr. H M Iqbal), kalau kita menempatkan warga sebagai konsep, maka siapa saja yang ada di NTB, yang menjunjung nilai-nilai yang ada di NTB, berkontribusi terhadap kemajuan NTB, tidak penting mereka berasal dari mana dan suku apa, mereka adalah warga NTB.
Kehidupan kita tidak bisa dipilah-pilahkan berdasarkan perbedaan geografis atau berdasarkan garis keturanan darah. Tetapi kewargaan adalah sebuah konsep yang lebih unviversal. Jadikan NTB adalah sebagai rumah kita. Rumah bagi siapa saja yang mencintai dan mendedikasikan hidup untuk NTB yang lebih baik, atau mendorong terwujudnya visi pembangunan NTB ”makmur dan mendunia“. Merekalah warga NTB sesungguhnya.


Ketua pengurus PJM Andi Hadianto dan Marianto ketua penyelenggara kegiatan Halal Bihalal, dalam sambutanya juga sepakat dengan Bapak Gubernur. Bahwa NTB adalah Rumah Kita. Bahwa konteks NTB adalah rumah kita, malahan tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga dalam pengertian harfiahnya. Karena realitasnya sebagian besar dari kita, komunitas Jawa dan Madura, sudah hidup berinteraksi lama dalam kultur masyarakat setempat. Maka saat ini kita tidak relevan bicara tentang pendatang dan penduduk local, tetapi yang ada adalah kita satu, berada dalam rumah yang sama yaitu NTB.
Misi Paguyuban Jawa Madura
Jika dicermati dari visi dan misi PJM, nampaknya memang organisasi ini telah menekankan pentingnya nilai inklusivitas sebagai kelembagaan yang ingin ikut andil dalam pembangunan di NTB. Ada lima ruang lingkup kegiatan yang diusung yang termaktub di dalam AD/ART. Pada intinya adalah ingin berpartisipasi memajukan NTB pada aspek sosial, ekonomi, seni, budaya, pendidikan dan olah raga.
Halal Bihalal kali ini mengusung tema ”Merajut kembali rasa, menguatkan persaudaraan, menyatukan perjuangan.“ Adalah salah satu wadah silaturahim, untuk merajut hubungan personal dan emosional, tidak hanya untuk internal organisasi PJM, tetapi juga unsur organisasi lain. Nampaknya acara Halal Bihalal kali ini, telah memberikan pelajaran dan penalaran penting tidak hanya dimaknai secara religi, tetapi juga makna dalam konteks hubungan sosial, kultural dan pembangunan manusia lebih menyeluruh.
Oleh Markum, Guru Besar Universitas Mataram 27 April 2025