Pulau Moyo: Destinasi Wisata Sunyi Kelas Dunia di Provinsi NTB

Oleh Markum

Seorang puteri Kerajaan Inggris yang begitu populer seantero jagad, Puteri Diana Spencer, mengalami masalah yang begitu pelik. Rumah tangganya dengan Pangeran Charles sedang diambang kehancuran. Tekanan yang begitu hebat apalagi ditambah kasusnya selalu menjadi headline di media massa, membuat sang puteri memutuskan diri untuk menenangkan diri, di Pulau Moyo. Kejadianya pada tahun 1993 waktu itu.  Mendadak Pulau Moyo jadi trending topic dan publik banyak yang bertanya-tanya, ada apa disana, apa hebatnya Pulau itu, dimana dan bagaimana kalau ke sana ?

Bagi anda yang merasa perlu menenangkan diri, atau mencari suasana yang hening jauh dari keramaian, atau ingin menikmati suasana alam yang masih natural, atau bagi anda yang suka traveling, Pulau Moyo nampaknya memang pilihan yang tepat. Pulau ini dihuni oleh penduduk yang tinggal di dua desa yaitu Labuhan Aji dan Sebotok. Meskipun secara geografis berdekatan dengan Pulau Sumbawa, namun uniknya penduduk P Moyo adalah suku Mbojo (Bima) dan Bugis (Makasar). Dan mata pencaharian mereka yang utama adalah petani, bukan nelayan atau pelaut.

Obyek menarik yang menonjol adalah kawasan pantainya. Anda bisa melihat keindahan terumbu karang dan ikan karang di seanjang pantai Pulau Moyo. Jika ada yang sudah pernah memuji keindahan karang di Bunaken, Sulawesi Utara, saya jamin   terumbu karang di Pulau Moyo lebih indah dan lebih beragam. Pada pagi hari, sekitar jam 9-11 kita akan disuguhi oleh atraksi kawanan lumba-lumba yang berlomptan di atas permukaan air. Pulau Moyo ini juga menjadi habitat beberapa jenis penyu, dan konon juga hiu. Makanya kawasan laut Pulau Moyo statusnya ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut.

Obyek menarik lainnya adalah air terjun Mata Jitu. Obyek ini menyuguhkan aliran air yang begitu jernih dengan dasar sungai berupa endapan kapur tampak transparan. Air terjun setinggi kurang lebih 10 m menciptakan semburat air memutih ke udara dan suara gemericik nyaring bahkan bisa terdengar sampai ratusan meter.  Karena air terjun berada ditengah kawasan hutan yang masih asri. Dengan tenang airnya mengalir melalui bebatuan kapur yang berundak, menciptakan sensasi tersendiri. Konon air terjun Mata Jitu punya khasiat menyembuhkan penyakit tertentu. Namun sayangnya pengunjung dilarang mandi di situ.

Pulau Moyo sebagian besar masih berhutan, memiliki ragam jenis tumbuhan  termasuk beberapa jenis satwa mamalia dan burung endemik (khas lokal). Oleh karena itu sudah lama Pulau Moyo seluas 350 km2 ini menyandang predikat sebagai Kawasan Konservasi Taman Buru. Dan saat ini sedang dalam tatanan pengelolaan terintegrasi dengan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (SAMOTA). Pulau ini tidak memiliki jalan aspal, bahkan hubungan antar desa masih menggunakan perahu atau sepeda motor melalui jalan setapak menembus hutan.

Bagaimana kalau mau kesana ? Kalau anda mau ke sana bisa melalui Pelabuhan Sumbawa, dengan perahu tradisional bermesin, lumayan besar, ditempuh kurang lebih 2 jam sampai di Labuhan Aji, atau bisa juga menyewa speed boat melaui Dusun Ai Bari. Penyeberangan masih jarang (1-2 kali sehari) sehingga kalau ke Moyo sebaiknya nginap.

Nginapnya dimana ? Kalau anda mau mengikuti jejaknya Putri Diana, menginapnya di Hotel Aman Wana, konon tarif termurah 15 jt semalam, he he. Tapi jangan khawatir, beberapa penduduk setempat sudah menyediakan kamar-kamar untuk penginapan. Tarifnya cukup murah Rp 150 ribu – Rp 200 rb sudah termasuk makan 2 kali.

—ooo—