RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP) UNIVERSITAS MATARAM 2025-2049, APA NILAI STRATEGISNYA ?

Perspektif Unram Akan Datang

Bisakah kita membayangkan, seperti apa Unram pada tahun 2049, atau lebih tepatnya, apa yang kita ingin wujudkan Unram pada tahun 2049?  Misalnya saja, Fakultas apa saja yang akan kita punya, bagaimana sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian. Bagaimana sistem layanan Teknologi Informasi kita, bagaimana sistem layanan kesehatan Unram. Seperti apa sarana olah raga, bagaimana perkembangan Unit Bisnis Unram, serta yang tidak kalah pentingnya adalah predikat sebagai Universitas apa yang sudah kita peroleh ?

Saat ini Unram sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2025-2049. Dokumen tersebut sedang dibahas oleh Tim Penyusun Unram. Dihajatkan Bulan Juli ini, dokumen tersebut sudah selesai. Proses finalisasi dokumen dibahas melalui kegiatan workshop tanggal 1-2 Juni 2025. Banyak pertanyaan sebagaimana pertanyaan yang sudah dicontohkan di atas, yang perlu dijawab menjadi narasi terdeskripsikan dan terukur dalam dokumen RPJP tersebut.  

Dokumen RPJP Unram

Dokumen RPJP ini nantinya akan menjadi pedoman bagi Unram dalam merencanakan dan mengimplementasikan pembangunan Unram ke depan. Terutama dalam menyikapi perubahan-perubahan dinamis yang terjadi untuk disesuaikan dengan kebutuhan pencapaian visi Unram. Yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi unggul berdaya saing global.“  

Tentu banyak pertanyaan yang harus dijawab dan dinarasikan dalam dokumen tersebut. Pertanyaan besarnya adalah, ”Apa yang ingin kita wujudkan Unram pada tahun 2049 ? Dan bagaimana kita mewujudkanya ? Demikian juga cukupkah sumber daya yang kita punya ?“

Jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut tentunya akan tergantung pada tingkat pencapaian berbagai aspek. Baik aspek pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, kerjasama, kelembagaan, tata kelola administrasi dan keuangan. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya infrastruktur. Karena pencapaian sebuah visi tidaklah hasil dari sebuah karya tunggal, tetapi merupakan pencapaian keterpaduan dari berbagai aspek.

Dalam dokumen RPJP Unram, disebutkan bahwa pada tahun 2049, Unram sudah menyandang predikat sebagai Globally Competitive University (GCU). Apa artinya ketika Universitas Mataram telah menyandang predikat GCU ?

Artinya Unram telah diakui sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Predikat ini mencerminkan keunggulan Unram dalam berbagai aspek. Mulai dari kualitas pendidikan, kapasitas penelitian, kolaborasi global, hingga relevansi lulusan di pasar kerja internasional. Unram tidak hanya menjadi pusat pembelajaran dan inovasi di tingkat nasional, tetapi juga telah membuktikan kiprahnya dalam jaringan akademik global. Dengan menghasilkan karya-karya ilmiah yang diakui dunia, dan menjalin kemitraan strategis lintas negara.  

Lantas bagaimana mewujudkanya ?

Dalam dokumen RPJP Unram, strategi pencapaian dilakukan secara bertahap, melalui 5 tahapan, dimana setiap tahapnya  mencakup 5 tahunan. Pentahapan ini untuk memastikan perencanaan lebih sistematis, terkontrol dan terukur. Tahapan ini nantinya akan menjadi rujukan untuk dilakukan perencanaan lebih teknis melalui Penyusunan Rencana Strategis Unram lima tahunan.

Dokumen RPJP Unram 2025-2049 secara substansial memiliki nilai strategis. Tidak hanya bagi Unram, tetapi juga bagi masyarakat, bagi daerah dan nasional. Karena keberhasilan Unram dalam pencapaian visi ke depan akan memberikan kontribusi positip dalam banyak aspek.

Dokumen ini menjadi arah pijakan jangka panjang yang menegaskan komitmen Unram dalam membangun sumber daya manusia unggul, Serta memperkuat inovasi, dan mendorong transformasi berkelanjutan. Dengan demikian, Unram akan menjadi katalisator penting dalam mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.

Tidak dipungkiri bahwa dokumen perencanaan sering kali hanya diposisikan sebagai formalitas administratif. Disusun semata-mata untuk memenuhi ketentuan regulatif atau kebijakan yang berlaku. Akibatnya, dokumen perencanaan cenderung terpisah dari realitas implementasi; rencana yang telah disusun tidak dijadikan dasar pijakan dalam pelaksanaan program. Pelaksanaan justru lebih banyak dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang bersifat subyektif, pragmatis, dan sesaat, yang sering kali mengabaikan arah strategis jangka Panjang.

Semoga RPJP Unram menjadi instrumen untuk membawa Unram lebih baik ke depan.

Oleh Markum, 3 Juli 2025