FORUM DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN LINGKUNGAN HIDUP (FORDAS-LH) PROVINSI NTB

                 FORUM DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN LINGKUNGAN HIDUP (FORDAS-LH) PROVINSI NTB

FORUM DAS-LH adalah sebuah forum yang beranggotakan para pihak, dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah, Perguruan Tinggi, Swasta dan NGO, dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi NTB, Nomor 660-382 Tahun 2022.

PRESS RELEASE

MENYIKAPI KEJADIAN BANJIR DI PULAU SUMBAWA

Merujuk pada hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN,2023), data dan prediksi Curah Hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG NTB, 2023), data perubahan tutupan lahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB dan BPDAS Dodokan Moyo Sari NTB (2023), serta Informasi kejadian banjir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, maka telah ditemukan fakta-fakta sebagai berikut:

  1. Telah terjadi perubahan tutupan vegetasi di kawasan hutan dan di luar hutan yang masif di wilayah hulu yang dipicu oleh perambahan dan aktivitas perladangan
  2. Kondisi topografi lahan di Pulau Sumbawa sebagian besar berbukit dengan kecuraman di atas 30% yang memicu terjadinya aliran air lebih cepat saat terjadinya hujan
  3. Sering terjadinya hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi dengan akurat
  4. Kondisi sungai dan bendungan yang dangkal akibat adanya sedimentasi yang tinggi

Beberapa fakta tersebut di atas berdampak pada rentan terjadinya banjir di Pulau Sumbawa. Akibat rusaknya tutupan lahan, telah memicu sebagian besar air hujan mengalir sebagai limpasan permukaan, menuju ke wilayah hilir, tempat pemukiman warga. Dengan CH hanya 50-70 mm saja, telah terbukti mengakibatkan banjir besar di Bima, Dompu dan Kabupaten Sumbawa pada tanggal 4-6 April 2023. Lokasi terjadinya banjir adalah Kota Bima dan Kabupaten Bima (8 kelurahan) serta Kabupaten Sumbawa: Kecamatan Lenangguar (2 desa) Kecamatan Moyo Hulu (5 desa) dan Kecamatan Empang (1 desa).

Menyikapi kondisi tersebut di atas, FORDAS-LH Provinsi NTB menghimbau kepada Pimpinan Daerah dan para pihak yang relevan sebagai berikut:

  1. Lebih waspada jika terjadi hujan meskipun skala hujan rendah sampai sedang, karena banjir bisa terjadi pada curah hujan ringan dengan cakupan area yang luas,
  2. Mengoptimalkan ataupun mengembangkan satgas kebencanaan sampai pada level desa dan dusun untuk membangun sistem komunikasi efektif sebagai upaya mitigasi bencana (peringatan dini serta menetapkan lokasi-lokasi titik kumpul) jika terjadi darurat banjir,
  3. Mengaktifkan kelembagaan masyarakat dalam kegiatan pengurangan bencana melalui gotong royong kebersihan gorong-gorong dan tidak membuang sampah di badan sungai atau saluran air,
  4. Pembenahan regulasi sistem budidaya dan pemasaran jagung, serta operasional corn dryer sebagai pihak pembeli jagung dari petani,
  5. Melakukan upaya pemulihan daya dukung lingkungan melalui pentingnya pendidikan lingkungan kepada masyarakat, mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan dan iklim, serta melakukan pencegahan dan penindakan secara konsisten dan konsekuen terhadap perambahan hutan yang terus berlangsung.

Mataram, 6 April 2023

Ketua FORDAS-LH Provinsi NTB,

Ttd

                                                                                                         Dr. Markum