Sederhana itu Luar Biasa

SEDERHANA ITU LUAR BIASA

Ketika saya pertama kali melihat Ka’bah (Haji, 2016), saya begitu sangat takjub. Bukan karena kemegahanya, bukan karena tulisan arab dengan warna emasnya, tetapi justru karena kesederhanaannya. Baitullah adalah bangunan yang tersusun batuan berwarna hitam berbentuk kubus. Sesederhana itu. Tetapi dengan kesederhanannya itu, justru Ka’bah mengandung nilai historis, nilai religius, nilai simbolis dan nilai filosofis yang begitu tinggi dan kompleks.

Dengan bentuk kubus, Ka’bah berarti memiliki enam dimensi arah, yaitu arah horizontal menghadap di seluruh penjuru mata angin dunia (Barat, Timur, Utara dan Selatan), dan arah vertikal menghadap ke langit dan bumi. Secara horizontal Ka’bah menjadi kiblat bagi seluruh umat muslim dunia, yang ada diseluruh muka bumi ini. Ka’bahlah yang menjadi simbolis bahwa umat muslim di dunia ini sesungguhnya satu, sesama muslim adalah saudara, tanpa memandang warna kulit, ras maupun kebangsaan seseorang.

Arah langit menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta. Bagaimanapun kompleksitas hubungan manusia dengan manusia maupun hubungan manusia dengan alamnya, pada hakikatnya semua hanyalah milik Allah sang maha pencipta yang mengatur semua yang ada di bumi dan di langit. Maka sudah semestinya semua makhluk harus tunduk pada hukum-hukum dan kekuasaan Allah.

Arah bumi menggambarkan, bahwa pada akhirnya tubuh kita yang terbuat dari tanah, akan kembali menjadi tanah. Pada kenyataannya apa yang kita punyai saat ini, harta, kekuasaan, jabatan, keluarga dan bahkan tubuh kita sendiri bukan milik kita yang sesungguhnya. Kita ada dari tiada, dan akan kembali ketiada.

Kesederhanaan sesungguhnya mengandung kesempurnaan. Dalam keseharian kita, bisa kita cermati, bahwa seseorang yang memiliki ilmu mumpuni, atau bahkan memiliki kekayaan tinggi, penampilannya sangat sederhana. Ulama hebat Indonesia seperti Hamka, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan TGKH M.Z. Abdul Madjid adalah contoh orang-orang yang sangat bersahaja.

Tokoh scientist dunia Albert Einstein, kemana-mana memberikan ceramah ilmiahnya, hanya mengenakan jas yang sama. Tokoh IT dunia saat ini Bill Gates dan Mark Zuckerberg memiliki kekayaan melimpah, tetapi penampilannya sangat sederhana. Semakin canggih teknologi mobil, justru terlihat mesinnya tampak semakin sederhana. Sebagaimana sering kita dengar peribahasa “semakin berisi padi, semakin merunduk.”

Sederhana itu belum tentu biasa, bisa jadi justru sangat luar biasa.

—-oo MK oo—-