Oleh Markum
Bagi anda-anda yang kepingin enteng jodoh, atau yang sudah lama tidak naik jabatan, atau juga yang merasa usahanya selalu kurang beruntung, silahkan datang ke Pulau Satonda. Di sana ada satu pohon yang tumbuh ditepi danau, sudah berumur puluhan tahun, oleh penduduk setempat dijuluki Pohon Tula atau Pohon Batu. Kalau nama kerennya sih Dacryodes costata dari keluarga Burseraceae.
Caranya ? anda ikat batu kecil, atau benda-benda ringan yang ada disekitar, kemudian anda gantungkan dengan mengikatkan di salah satu ranting pohon tersebut. Itu barangkali kenapa pohon tersebut disebut dengan pohon batu. Konon dengan cara seperti itu nasib anda akan berubah. Menurut penduduk setempat, sudah cukup banyak contoh orang-orang yang datang ke Satonda, melakukan hal seperti itu, dan saat ini sedang menduduki jabatan penting di negeri ini. Nggak percaya ? Silahkan saja coba sendiri kesana, he he.
Itu salah satu daya tarik dari setidaknya tiga pesona lain yang dimiliki pulau mungil tersebut. Untuk menuju Pulau itu, anda bisa menyeberang menggunakan jasa perahu nelayan melalui Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Provinsi NTB, ditempuh kurang lebih 15-20 menit. Dalam perjalanan anda akan disuguhi pemandangan menawan landscape laut yang dikelilingi daratan pulau Sumbawa dan Pulau Moyo. Bagi anda yang menyukai menyelam, pasti akan berdecak kagum melihat indahnya terumbu karang dan ikan dengan tingkat keanekaragaman yang masih tinggi. Pokoknya kalau sudah menyelam saya jamin pasti akan lupa daratan deh.
Pulai ini memiliki danau asin yang berada tepat ditengah pulau, luasnya 335 ha, dengan kedalaman mencapai 86 m. Meskipun letaknya berdekatan dengan lautan, namun uniknya jenis ikan yang ada di danau tersebut berbeda dengan yang ada di lautan. Banyak yang tertarik untuk mengetahui isi kedalaman danau yang misterius ini. Namun info selama ini, kemampuan para penyelam tidak lebih dari 10 meter, karena suhu air semakin dalam akan semakin panas. Dugaan para ahli geologi, Pulau Satonda ini sebenarnya merupakan puncak gunung berapi, dan Danau Satonda adalah kawah dari gunung tersebut.
Satu lagi, di Pulau ini merupakan habitat satwa kalong (kelelawar besar) yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Diduga kalong P Satonda adalah komunitas sama dengan P Moyo, mereka bisa bergantian tempat setiap saat. Tinggal dan hinggap di spesies tanaman yang sama (Alstonia spectabilis). Jadi, anda-anda yang ke Pulau Satonda akan mendapat suguhan lengkap, keindahan lautnya, daratan, danau dan habitat hutannya. Dan jangan lupa, setelah anda pulang dari Satonda, kemungkinan hidup anda akan berubah lebih baik: enteng jodoh, naik jabatan, dan usaha lancar. Tentu saja asal disertai dengan usaha yang keras ya, he.. he.
—ooo—