Saat acara puncak Dies Natalis Fakultas Pertanian ke 58 tanggal 25 Januari yang lalu, sebanyak 65 alumni angkatan saya datang ikut meramaikan acara Dies, dan sekaligus menyelenggarakan acara reuni. Ini jumlah terbanyak yang bisa hadir dibandingkan dengan reuni sebelumnya. Salah satu faktor alumni banyak yang bisa hadir, karena biaya disupport oleh seorang alumni yang sukses usahanya. Basis usahanya ada di Surabaya, saat ini dia menjadi supplier ayam pedaging di dalam dan diluar Pulau Jawa, dengan omzet tidak kurang dari 1 M sehari.
Pada pagi hari, tanggal 25 Januari 2025, saat acara jalan santai (kirab) mengeliling Kampus Unram, saya berjalan beriringan dengan dia, ngobrol santai sepanjang perjalanan. Kadang dia bertanya, sesekali dia bergumam, kadang dia berpendapat, kadang matanya terbelalak tidak yakin. Dan saya dengan senang hati meladeni semua percakapan dengannya. Sehingga saya merasa seperti menjadi seorang guide baginya.
Ketika memasuki gerbang utama kampus sebelah utara di Jalan Pemuda, dia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Wow, Unram rupanya benar-benar sudah berbenah ya. Ini jalannya sudah cantik, lebar dan nyaman. Disediakan pedestrian bagi kenyamanan pejalan kaki lagi. Itu ada dua gedung yang mentereng, kelihatannya gedung baru ya.“
“Ya gedung sebelah kanan itu Fakultas Kedokteran, dan sebelah kiri, Gedung Klinik Layanan Kesehatan. Saat ini juga dalam proses penyelesaian pembngunan sport center dan kolam renang, dan ada rencana pembangunan satu gedung lagi sebesar gedung rektorat di sebelah barat fakultas kedokteran itu.”
“Pak Rektor yang sekarang ini kelihatannya betul-betul sangat memperhatikan detail keindahan dan kenyamanan kampus ya.”
“Ya, kamu bisa lihat, arah jalan sekarang diatur sangat rapi, mana pintu masuk, mana pintu keluar, telah diatur dan dilengkapi dengan petunjuk rambunya, sehingga tidak ada lagi penumpukan kendaraan disatu sisi jalan. Taman di semua fakultas dibenahi, bahkan pilihan jenis tanaman juga sudah dipikirkan. Dan kalau kamu memasuki gedung-gedung di semua fakultas, semua terlihat bersih dan nyaman. Nanti di sepanjang jalan kamu akan saksikan sendiri, bagaimana indahnya kampus Unram sekarang ini.“
”Sudah berapa lama pak Rektor sekarang ini menjabat?“
”Ini memasuki tahun ke empat kalau tidak salah.“
”Dengan Waktu kurang 4 tahun sudah bisa banyak membuat perubahan Unram?“
”Begitulah kenyataannya, bukan hanya berubah secara lahiriah (fisik), tetapi juga banyak membuat perubahan non fisik lainnya.“
”Apa contohnya ?“
”Pada tahun 2024 Unram sudah menerima banyak penghargaan, antara lain Penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran untuk kategori Satuan Kerja BLU Terbaik. Peringkat 23 Universitas Terbaik di Indonesia yang Berdasarkan Kinerja Penelitian di Bidang Geologi. Meraih Akuntabilitas Kinerja dengan Predikat A, kemudian sebagai badan publik dengan predikat INFORMATIF dari Komisi Informasi Pusat RI. Dan masih banyak, saya nggak bisa ingat satu persatu.
Oh ya, dua hal penting lagi, jumlah Guru Besar dan Prodi yang terakreditasi unggul meningkat dua kali lipat. Insya Allah dalam waktu dekat, Unram sudah terakreditasi unggul”
“Bagaimana beliau bisa melakukan itu dalam waktu yang cukup singkat?”
“Ya itulah kelebihan pak Rektor sekarang, yang jelas saya pribadi mengenal beliau sejak masih kuliah dulu. Beliau kan adik tingkat kita. Passion leadershipnya memang sudah terlihat menonjol sejak mahasiswa.”
“Oh ya, beliau dulu kalau tidak salah aktivis di Senat Mahasiswa ya ?”
“Ya, beliau aktivis di Senat sedangkan saya waktu itu d BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa). Saya ingat satu kejadian, ketika melaksanakan kegiatan Kemah Bhakti Sativa, ketika teman-teman lain sedang berdebat dimana sebaiknya menempatkan letak tiang tenda utama untuk Kemah tersebut, beliau langsung saja menggali lubang di tanah untuk memasukkan tiang tersebut. Dan toh semua akhirnya nurut. Karakter itulah barangkali yang membuat beliau sukses membawa Unram sekarang ini. mengutamakan action dari pada perdebatan yang tidak perlu, apa yang direncanakan konsisten dilaksanakan“
Tidak terasa beberapa saat kemudian langkah kami sudah melewati Gedung Rektorat Unram. Teman saya tidak berhenti memuji bagaimana asrinya kampus Unram sekarang. ”Nyaman sekarang kita jalan diseputaran Unram. Kalau saya boleh bandingkan sudah mirip dengan UB (Universitas Brawijaya).
Seingat saya dulu, setiap fakultas dikelilingi oleh pagar ya, sekarang saya lihat sudah tidak ada?“
”Betul, pagar itu sebagian besar sudah dihilangkan. terlihat kampus jadi lebih indah, lebih luas dan lebih ramah kan?“
”Ya memang, antar fakultas seperti terlihat jadi bersahabat. Kalau disekat-sekat berupa pagar, seakan-akan setiap fakultas punya daerah otonom sendiri. Pagar tidak hanya menjadi pembatas fisik secara harfiah, tetapi secara substansial, juga seperti membatasi ruang berekspresi, dimana kemudian setiap fakultas seakan berlomba menonjolkan dominasinya, dan eksklusif.”
”Ya, makanya saya juga senang dan apresiasi kebijakan pak Rektor untuk menghilangkan pagar tersebut.“
”Waktu reuni empat tahun lalu, saya lihat hanya ada dua jalan keluar masuk kampus Unram, sekarang sudah ada dua jalan lain dibuka, yang ke arah Gomong itu. Dulu ditutup kalau nggak salah karena alasan keamanan?“
”Kalau soal keamanan, sudah disiapkan tenaga Satpam yang mencukupi, siap siaga menjaga kampus 24 jam. Dibukanya ke dua pintu gerbang tersebut selain untuk mempermudah akses keluar masuk kampus, tetapi ada alasan humanis pak Rektor, yaitu menghidupkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kampus. Sejak ditutupnya dua gerbang tersebut, nyaris semua usaha kecil yang ada disepanjang jalan tersebut tutup. Padahal mereka menggantungkan sebagian besar penghidupannya dari aktivitas mahasiswa yang lalu lalang melalui jalan itu. Beliau selalu mempertimbangkan bahwa setiap tindakan yang diambil, juga memiliki nilai sedekah, bisa membantu kelompok miskin. Itulah juga barangkali yang membuat Unram selama kepemimpinan beliau, Unram mendapat banyak kucuran dana, banyak rejeki. Pak Rektor juga sangat memperhatikan kesejahteraan dosen, contoh kecil saja, sekarang gaji pokok, Serdos dan Remun dibayarkan tepat waktu. Dosen juga dirangsang untuk menghasilkan karya produktif dengan menyediakan insentif yang sangat layak.”
”Wah keren pak Rektor, insya Allah sedekah adalah salah satu jalan yang bisa melipatgandakan rejeki seseorang. Nampaknya konsep sedekah pak Rektor tidak hanya dalam konteks individu, tetapi beliau juga terapkan dalam konteks kelembagaan. Alhamdulillah, saya ikut senang Unram sudah beranjak jauh lebih baik sekarang. Perjalanan singkat tadi dan penjelasanmu, telah mengubah kesan saya tentang Unram yang dulu. Semoga pak Rektor tetap sehat dan sukses menjalankan amanahnya, memimpin Unram ke depan.”
”Amiin YRA.“
Oleh Markum, 2 Februari 2025